Centre for Orangutan Protection (COP) mengutuk perilaku jahat dan kejam perusahaan-perusahaan kelapa sawit Malaysia yang beroperasi di Kalimantan, terutama Metro Kajang Holdings (MKH) Berhad. Perusahaan ini membabat hutan dan membahayakan nyawa orangutan dan satwa liar lain di Muara Kaman, Kalimantan Timur.
Daniek Hendarto, juru kampanye dari Centre for Orangutan Protection memberikan pernyataan sebagai berikut:
“Kejahatan dan kekejaman MKH Berhad telah menghancurkan reputasi Indonesia. Hancurnya hutan dan musnahnya satwa liar di Indonesia tidak memberikan kerugian apapun pada Malaysia. Sebaliknya, malah memberikan keuntungan bagi Malaysia. Dunia akan mengenal industri kelapa sawit Indonesia itu brutal dan pada akhirnya dihindari konsumen. Mereka akan membeli sawit Malaysia. Sawit Indonesia harus dijual dulu dan dilabeli ramah lingkungan di Malaysia agar bisa laku di pasar dunia. Ini hanyalah pengulangan dari kejahatan illegal logging. Hutan Indonesia dibabat, kayunya dijual ke Malaysia dengan harga murah dan kemudian mendapatkan sertifikat ekolabel, kemudian dijual ke pasar dunia sebagai produk Malaysia yang ramah lingkungan.”
“Cukup adalah cukup. Saatnya MKH Berhad dan perusahaan-perusahaan Malaysia hengkang dari Indonesia. Sudah cukup mereka membuat masalah bagi Indonesia.”
Pernyatan ini disampaikan dalam protes yang digelar di depan Kedutaan Besar Malaysia. Para relawan COP mengenakan kostum Hanoman, Jaya Anggodo, Suwido. Mereka adalah para kstaria kera dalam dunia wayang.
Untuk wawancara dan informasi lebih lanjut, harap menghubungi:
Daniek Hendarto, Orangutan Campaigner COP.
Phone : 081328837434
email : daniek@cop.or.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar